Bila Anda gemar meminum kopi, jangan buang ampasnya. Ampas kopi kaya kandungan nitrogen, fosfor, dan potasium (NPK) yang dibutuhkan tanaman. Demikian yang dirilis oleh Soil and Plant Laboratory Inc., California, Amerika Serikat.
Oleh karenanya, tebarkan ampas kopi di sekitar perakaran tanaman taman atau sayuran di pot. Kandungan hara ampas kopi terurai pelan-pelan, niscaya tanpa pupuk kimia tanaman tetap subur.
sumber : Majalah Trubus
Senin, 01 Juli 2013
Air Kelapa Untuk Akar Tanaman
Paduan air kelapa dan gula merah bukan sekedar minuman pelepas dahaga. Larutan itu juga memacu pertumbuhan tanaman, mengikat nitrogen bebas dari udara, dan menyediakan mineral yang dibutuhkan tanaman seperti besi, fosfor dan belerang.
Demikian riset Amalia dari Fakultas Pertanian, IPB. Campurkan air kelapa dan gula merah secukupnya, lalu fermentasi selama seminggu. Saat akan diaplikasikan campurkan 200 cc larutan biang itu ke dalam 14 liter air. Kemudian siramkan ke areal perakaran tanaman. Larutan sama bisa dipakai untuk memacu pertumbuhan akar pada benih. Rendam benih selama 18 jam sebelum ditanam.
sumber: Majalah Trubus
Demikian riset Amalia dari Fakultas Pertanian, IPB. Campurkan air kelapa dan gula merah secukupnya, lalu fermentasi selama seminggu. Saat akan diaplikasikan campurkan 200 cc larutan biang itu ke dalam 14 liter air. Kemudian siramkan ke areal perakaran tanaman. Larutan sama bisa dipakai untuk memacu pertumbuhan akar pada benih. Rendam benih selama 18 jam sebelum ditanam.
sumber: Majalah Trubus
Minggu, 30 Juni 2013
Tempe Singkong
Tunjukin kreatifitasmu
untuk membuat variasi makanan olahan yang murah meriah namun menyehatkan,
tahapan dalam membuat tempe daun singkong adalah sebagai berikut:
1.
Siapkan daun singkong muda
2.
Rebus daun singkong muda hingga
teksturnya lembut
3.
Tiriskan daun singkong hasil rebusan
4.
Hamparkan sejumput daun singkong di atas
daun pisang pembungkus dan taburkan ragi tempe di permuaannya, lalu bungkus dan
ikat
5.
Diamkan selama 2-3 hari untuk proses
fermentasi
6.
Tempe daun singkong siap masak
Tinggal potong-potong tipis terus
dikasih tepung terigu jadi deh gorengan tempe, terus dimakan buat nemenin
nasi,,hmmm yummiii
Sumber: Majalah Trubus
Membuat Macam-macam Mol
Sisa sampah rumah
tangga yang berbentuk organik tidak dibuang namun bisa dipakai untuk membuat
pupuk organik atau mol. Nasi basi, tapai, buah-buahan busuk dan terasi bisa
digunakan untuk membuat mol, sehingga rumah pun minim dengan sampah. Mol kaya
akan unsur hara makro dan mikro serta mikroorganisme yang berperan sebagai
perangsang pertumbuhan, dekomposer, atau pestisida nabati. Cara membuatnya juga
mudah:
Mol Batang Pisang
5 kg batang pisang
dicacah dan ditumbuk masukan irisan gula merah 1 kg kedalam air beras 10 liter,
kemudian aduk rata dan fermentasikan selama 14-21 hari. Campur 4 liter dalam 17
liter air
Mol Ikan Asin
Masukan ikan asin 200
g, terasi 200 g, dedak 1 kg dalam 2 liter air kelapa dan direbus, aduk hingga
hancur. Pindahkan larutan ke ember, tambahkan 2 ons gula psir, 1 kg kotoran
hewan, dan 20 ltr air, aduk lagi hingga rata. Fermentasikan selama 9 hari,
setiap 3 hari sekali aduk agar merata. Campur 1 lietr mol dengan 10 liter air
Mol buah
Potong kecil-kecil
buah-buahan yang busuk pun tidak apa-apa sebnyak 5 kg, masukan irisan gula
merah 1 kg kedalam air beras 10 liter lalu tambahkan tumbukan buah itu. Aduk
hingga rata dan fermentasi selama 14-21 hari. Campur 4 liter mol dengan 17
liter air.
Mol nasi
10 kepal nasi basi dan
10 sendok makan gula pasir dimasukan kedalam jerigen ditambah air 4 liter,
biarkan jerigen dalam keadaan terbuka. Setelah 4-5 hari akan tercium bau wangi
tanda femntasi berhasil. Campur 1 liter dalam 5 liter air.
Mol Tapai
Masukan tapai 100 g dan
gula pasir 5 sendok makan ke dalam air 1 liter, kocok-kocok agar bahan larut
dengan sempurna. Biarkan botol dalam keadaan terbuka, setelah 4-5 hari akan
tercium bau wangi alkohol, mol siap digunakan. Untuk 1 liter mol dalam 5 liter
air.
Semua mol dapat disiramkan atau disemprotkan langsung
pada tanaman, kegunaan mol adalah sebagai mikroorganisme yang menguraikan unsur
hara menjadi ion sehingga dapat diserap optimal oleh tanaman,selamat mencoba.
Sengon Dengan Sistem Tunggul
Para pekebun biasanya memanen sengon pada umur
5-6 tahun, namun dengan sistem tunggul sengon dapat dipanen saat berumur 3
tahun. Awal penanaman sengon dilakukan dengan menanam bibit dimana dengan pupuk
hayati organik dapat mempercepat dan memperkokoh tanaman yang dilakukan 4 kali
dalalm setahun untuk penyemprotan. Karena pupuk hayati banyak mengandung
sejumlah mikroorganisme yang menyediakan sumber hara bagi tanaman, merangsang
sistem perakaran agar berkembang sempurna, dan memperpanjang umur akar. Pupuk
hayati terbukti mendongkrak produksi jagung, meningkatkan jumlah tomat kualitas
A dan memperpanjang umur simpan dendrobium.
Sengon yang dipanen setelah lima tahun tanam,
ditebang dengan menyisakan pangkal batang setinggi 10 cm dari atas permukaan
tanah kemiringan potongan batang 45 derajat. Bila luka potong itu mendekati
rata dengan tanah, maka tunggul akan mati, bila terlalu tinggi dikhawatirkan
tunas yang muncul mudah tertiup angin sehingga gampang roboh. Sudut kemiringan
45 derajat untuk mencegah genangan air di atas luka tebangan saat hujan, karena
jika bekas tebangan lembab maka tunggul akan busuk sehingga mempengaruhi
pertumbuhan tunas dan tunggul.
Dari tunggul itulah
akan muncul beberapa tunas yang akan diseleksi dengan mempertahankan satu tunas
terbaik, bebas hama dan penyakit, berbatang lurus dan kokoh serta dekat dengan
permukaan tanah yang mempercepat penyerapan sumber hara, dan tunas akan cepat
menyatu dengan tunggul utamanya. So kelebihan dari sistem tunggul adalah masa
panen lebih cepat akibat pertumbuhan tanaman bongsor,tidak memerlukan pembelian
bibit baru hingga 3-4 kali panen, dan memiliki akar yang kuat karena berasal
dari indukan pertama,,sangat menguntungkan bukan untuk investasi dan sekaligus
penghijauan.
Sumber: Majalah Trubus
Langganan:
Postingan (Atom)